LAPORAN MAGANG 2
DI SMA NEGERI 1 REMBANG
Disusun
Guna Memenuhi Tugas UAS Perencanaan Pembelajaran
Dosen:
Dr.
Sudarno, M.Pd

Disusun
oleh ;
Nur
Faidah
K7617059
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS
MARET
2019
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan ke hadirat
Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami mampu
menyelesaikan laporan magang 1 dengan judul “LAPORAN MAGANG 2 DI SMA NEGERI 1 REMBANG” tanpa halangan
suatu apapun. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas ujian akhir mata kuliah
Perencanaan Pembelajaran atau Magang 2.
Penulisan Laporan
Magang 2 dapat terlaksana dengan adanya
dukungan dan bantuan dari berbagai pihak , untuk itu, saya menyampaikan
ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Sudarno, S.Pd.,
M.Pd selaku Dosen Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran atau magang 2
2. Orang tua
saya yang telah memotivasi dan mendukungan dalam penulisan
Laporan Magang 2 ini.
3. Ibu
Madichah, S.Pd selaku Guru Model Ilmu Pengetahuan Sosial Pengampu
Mata Pelajaran Ekonomi SMAN 1 Rembang yang telah bersedia membantu dalam menyelesaikan Laporan Magang 2 ini.
4. Semua tenaga
kependidikan SMAN 1 Rembang yang terlibat dalam proses pelaksanaan Magang 2.
5. Serta
teman-teman yang telah memberikan motivasi dan dukungan dalam penulisan
Laporan Magang 2 ini.
Saya menyadari dalam pembuatan Laporan Magang 2 ini
masih terdapat kesalahan dan kekurangan. Untuk itu saya mengharapkan
adanya saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaannya.
Surakarta, 10 Juni 2019
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL……………………………………………………. 1
KATA
PENGANTAR…………………………………………………… 2
DAFTAR
ISI…………………………………………………………… 3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang……………………………………………….. 4
B. Tujuan
dan Manfaat………………………………………… 5
C. Tempat
dan Waktu…………………………………………… 7
BAB II PELAKSANAAN
A. Hasil
Setiap Aspek…………………………………………… 8
1. Aspek
Kompetensi Pedagogik……………………….. 8
2. Aspek
Kompetensi Profesional ……………………… 16
B. Faktor
Pendukung dan Penghambat………………………… 19
C. Hasil
yang Diperoleh…………………………………………. 20
BAB III PENUTUP
A.
Simpulan…………………………………………………….. 21
B.
Saran………………………………………………………… 21
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………….. 22
LAMPIRAN………………………………………………………… 23
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Guru adalah pendidik
professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Keprofesionalan guru dalam
menjalankan pekerjaan dibutuhkan pelatihan sehingga mampu menguasai berbagai
aspek kependidikan dan ahli dalam memberikan materi kepada peserta didik. Seorang
guru juga harus memiliki sikap yang mampu dicontoh/ diteladani oleh setiap
peserta didiknya. Seorang calon guru pun diharapkan mampu menjadi pendidik yang
berkompeten supaya generasi yang akan datang juga semakin baik. Untuk mencapai
kompetensi seorang guru diperlukan pelatihan dalam hal memulai belajar menjadi
seorang guru yang baik dengan cara mengamati/ observasi terlebih dahulu. Hal
ini dikatakan sebagai kegiatan dalam prosese pendidikan yang biasanya sering
disebut Magang..
Berdasarkan (SOP) Magang
Kependidikan Terpadu, magang kependidikan 2 merupakan kegiatan akademik
semester 4 mahasiswa S1 Fakultas Keguruan Standard Operating Procedure dan Ilmu
Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang pelaksanaannya
terintegrasi dengan mata kuliah Perencanaan Pembelajaran berupa kegiatan
observasi/wawancara ke sekolah dan guru model untuk memahami kompetensi
akademik dan menetapkan kemampuan awal dalam mengembangkan perangkat
pembelajaran.
Magang kependidikan
merupakan kegiatan akademik yang tercantum dalam kurikulum semua program studi
jenjang S1 yang ada di lingkungan FKIP UNS berupa kegiatan belajar sambil
melakukan (learning by doing) dalam rangka pembentukan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap.
Magang Kependidikan
merupakan kegiatan yang memberikan pengalaman awal (earlier exposure) untuk
membangun jati diri calon pendidik, memantapkan kompetensi akademik
kependidikan dan bidang studi, memantapkan kemampuan awal mahasiswa calon guru,
mengembangkan perangkat pembelajaran dan kecakapan pedagogis dalam membangun
bidang keahlian calon pendidik. Magang kependidikan merupakan kegiatan akademis
dan praktis yang lebih memfokuskan pada bidang manajerial dan pembelajaran di
sekolah. Magang Kependidikan juga bermanfaat untuk mahasiswa karena dengan ini
mahasiswa dapat mengamati bagaimana proses pembelajaran yang baik dan juga bisa
menilai kinerja dan profesionalisme guru.
B. Tujuan dan Manfaat
1.
Tujuan
a.
Menjelaskan Aspek Kompetensi Pedagogik yang
dimiliki guru ekonomi SMAN 1 Rembang
b.
Menjelaskan Aspek Kompetensi Professional yang
dimiliki guru ekonomi SMAN 1 Rembang.
c.
Menjelaskan Aspek Kompetensi Sosial yang
dimiliki guru ekonomi di SMAS Batik 2 Surakarta.
d.
Mendeskripsikan Faktor Pendukung dan Penghambat
di SMAN 1 Rembang
e.
Mendeskripsikan Hasil yang diperoleh dari observasi
di SMAN 1 Rembang
2.
Manfaat
Adapun manfaat yang
dapat diperoleh dari kegiatan magang ini diantaranya:
a.
Mengetahui tentang Aspek Kompetensi Pedagogik yang
dimiliki guru ekonomi di SMAN 1 Rembang.
b.
Mengetahui tentang Aspek Kompetensi Profesional yang
dimiliki guru ekonomi di SMAN 1 Rembang.
c.
Mengetahui tentang Faktor Pendukung dan Mengurangi
Faktor Penghambat di SMAN 1 Rembang.
d.
Mengetahui tentang Hasil yang diperoleh dari
observasi di SMAN 1 Rembang.
Bagi Mahasiswa:
1. Memperoleh banyak
informasi, pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana menjadi seorang guru
yang professional.
2. Memahami dan mengetahui
tentang lingkungan kerja menjadi seorang guru yang akan dijalani masa depan/
kemudian hari.
3. Memahami bahwa menjadi
seorang guru tidaklah mudah dan perlu adanya kemampuan khusus dan pengetahuan
yang luas sehingga bisa mengajar dan mendidik anak.
4. Memahami arti pentingnya
sebuah pendidikan untuk generasi yang akan datang.
5. Memahami bahwa
pentingnya generasi penerus bangsa yang berpendidikan.
6. Memahami bahwa
menumbuhkan karakter siswa tidaklah mudah dan membutuhkan kerja keras dan
metode tertentu.
7. Memahami tentang
pekerjaan guru melalui observasi magang kependidikan II ini.
8. Memahami kultur dan guru
model dari sekolah yang di observasi.
9. Lebih mengerti secara
kenyataan bagaimana proses prencanaan hingga proses evaluasi pembuatan RPP dari
guru SMA mata pelajaran ekonomi secara langsung
3.
Tempat dan Waktu
Tempat : SMAN 1 Rembang.
Waktu Pelaksanaan :
|
No
|
Hari/Tanggal
|
Kegiatan
|
Paraf
|
|
1
|
Senin, 27 Mei 2019
|
Pengurusan izin magang
|
|
|
2
|
Selasa, 28 Mei 2019
|
Konfirmasi jadwal
magang kependidikan II
|
|
|
3
|
Rabu, 29 Mei 2019
|
Pengamatan
(Observasi) magang Kependidikan II
|
|
|
4
|
Sabtu, 8 Juni 2019
|
Wawancara magang
kependidikan II
|
|
|
|
|||
BAB II
PELAKSANAAN
A. Hasil Setiap Aspek
Berdasarkan observasi/pengamatan dan wawancara
yang telah dilakukan di SMAN 1 Rembang diperoleh dua aspek, faktor pendukung
dan faktor penghambat yaitu:
1. Aspek Kompetensi Pedagogik
Aspek kompetensi pedagogik ini memiliki beberapa indikator, yaitu:
pemahaman terhadap peserta didik, Perancangan pembelajaran, Pelaksanaan
pembelajaran, evaluasi hasil belajar,dan pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya
Berdasarkan pengamatan (observasi) di SMAN 1 Rembang dan wawancara
yang telah saya lakukan, untuk guru model mata pelajaran ekonomi di SMAN 1
Rembang menurut saya sudah memiliki indikator-indikator diatas, sehingga guru
tersebut sudah dipastikan memiliki aspek kompetensi pedagogik. Kompetensi
Pedagogik memiliki beberapa sub indikator, yaitu:
a. Pemahaman
Guru Terhadap Peserta didik.
Suatu pembelajaran dikatakan berhasil jika seorang guru mampu
memahami kemampuan dan karateristik dari peserta didik sehingga dalam proses
implementasi cara mengajarnya guru membawa pengaruh dalam keberhasilan siswa. Sehingga
guru harus pandai dalam melihat faktor-faktor yang mempengaruhi peserta didik
baik faktor internal, faktor ekstenral, faktor fisiologi dan faktor psikologi
yang mampu mempengaruhi aspek dari perkembangan kognitif dan afektif dari
peserta didik.
Pada observasi di SMAN 1 Rembang dan wawancara yang saya lakukan
dengan guru model memperoleh hasil bahwa peserta didik dalam proses
perkembangan kognitif lebih dipengarui oleh faktor dari dalam dirinya sendiri
misalnya seperti adanya keinginan untuk tahu/ bergerak sendiri untuk mencapai
keberhasilannya. hal ini tentunya didukung oleh faktor lainnya juga seperti
guru model memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif belajar melalui
metode diskusi, memerikan peserta didik waktu untuk bereksperimen secara luas,
mengali informasi tentang materi pembelajaran, dan sekolah memberikan media dan
alat peraga yang mendukung.
Guru dapat
dengan mudah mengukur perkembangan kognitif dari anak melalui pemberian soal ulangan yang didalamnya ada
beberapa ketentuan dari soal HOTS, sedang, rendah. Tidak hanya itu, guru model
juga memberikan macam-macam soal, seperti pilihan ganda, uraian singkat, dan
essay hal ini berguna untuk mengukur masing-masing peserta didik seberapa jauh
pencapaian kemampuan dalam kompetensi pembelajaran yang sudah diajarkan oleh
guru.
Guru
model (Bu ica) dalam mengetahui
perkembangan afektif dari peserta didik dapat diukur dengan indicator Sikap/ perilaku dengan sesamanya
misalnya Apakah peserta didik ini pandai dalam bersosialisasi, Jujur dalam
berkata, mandirikah, atau bertanggung jawab. Dan untuk indicator yang Spiritual
misalnya apakah peserta didik sholatnya rajin atau tidak, pernah sedekah atau
tidak, mensyukuri nikmat karunia dari Tuhan YME atau tidak.
Guru model menilai perkembangan kognitif dan afektif peserta didik
dari setiap kali pertemuan pembelajaran, dan juga untuk menilai perkembangan
afektif, guru model meminta bantuan dari guru maata pelajaran agama yang
mengampu dan menanyai peserta didik dari anak-anak lain.
Langkah persiapan guru sebagai bekal awal peserta didik sebelum
pembelajaran dimulai yaitu
1) Guru model memberikan tugas dari pertemuan yang akan datang hal
ini khusunya untuk membantu mempermudah peserta didik dalam persiapan sebelum
pembelajaran berlangsung
2) Peserta didik mempersiapkan kondisi dari setting/ lokasi
pembelajaran misalnya dengan membersihkan kelas sesuai dengan jadwal piket,
menyiapkan alat-alat dan media yang dibutuhkan dalam pembelajaran
3) guru mengcopy/ mengeprint out silabus yang nantinya akan diberikan
kepada peserta didik hal ini untuk mengetahui bentuk-bentuk, materi, konsep
yang akan dipelajari.
4) Guru model memberikan daftar referensi buku ekonomi dan tidak
mematok harus dari sumber buku utama,
yang terpenting mampu menjadi pendukung dalam pengetahuan dan termasuk bagian
daftar buku di silabusnya.
b. Perancangan
Pembelajaran
Pentingnya
landasan pendidikan dijadikan pondasi dan pijakan yang sangat kuat karena
pendidikan disertiap negara tidaklah sama. Untuk itu diperlukan kurikulum 2013
dan revisinya guna menyelaraskan dari budaya, filosofi, hukum, dan IPTEK yang
kita miliki.
Berdasarkan
wawancara yang sudah saya lakukan dengan guru model ekonomi SMAN 1 Rembang
dapat diperoleh bahwa :
1)
SMAN 1 Rembang,
menggunakan kurikulum 2013 dan revisiannya. SMA N 1 Rembang sudah lama berdiri
dan dan menjadi sekolah acuan dan favorite di kabupaten Rembang sehingga
melihat kondisi sekolah, sarana prasarana, pendidik dan tenaga pendidik serta
muridnya.
Dalam
arti luas sudah sekitar 75% SMAN 1 Rembang sudah mampu menerapkan proses
pembelajaran dan manajemen berbasis kurikulum 2013. Ini dibuktikan dengan
adanya keberhasilan dalam metode pembelajarannya dan standar nasional
pendidikan. Sehingga ada korelasi kesuksesan guru dalam menerapkan teori dan
praktiknya.
2)
Guru model dalam setiap
pertemuan pembelajaran menggunakan media pembelajaran berupa PDF, PPT, dan ada
pembelajaran di luar kelas seperti adanya program belajar sambil wisata bagi
kelas 10. Pada mata pelajaran ekonomi guru model meningkatkan kemampuan
kontekstual peserta didik dengan memberikan praktik lapangan secara langsung
agar lebih mudah memahami pembelajaran dari pada teori.
Misalnya
mengajak peserta didik ke pasar pada materi bab pasar, mengajak peserta didik
menghitung indeks harga saham di pasar secara langsung, meminta peserta didil
observasi langsung ke Bank, OJK dan Pegadaian pada materi Bank dan LKBB atau
mungkin adanya praktik transaksi di pasar dimana guru model membawa media uang
dan barang, sedangkan peserta didik mempraktikan tawar menawar sebagai penjual
yang ingin dagangannya laku dengan dan pembeli yang sedang mebeli kebutuhannya.
Dengan
hal ini dapat dikatakan bahwa adanya 75% penerapan teori materi ajar yang sudah
dijelaskan guru model dengan praktik secara langsung dalam kehidupan
sehari-harinya.
3)
Namun disisi lain,
tidak semua teori dan praktik yang dilakukan peserta didik berjalan sesuai. Ada
kalanya beberapa peserta didik mengalami kesusahan melaksanakan metode
pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran ekonomi. Sehingga pada setiap
materi pokok pelajaran ekonomi guru model menggunakan metode yang berbeda-beda
(diskusi, jigsaw, PBL, SPPKB dan lainnya) karena untuk membuat peserta
didik lebih aktif dan tidak
mengantungkan peserta didik lainnya.
Guru
model dalam menyusun perangkat pembelajaran (RPP) diperlukan adanya penyesuaian
yaitu
a)
strategi pembelajaran
dengan peserta didik: SMAN 1 Rembang
menggunakan sistem zonasi, sehingga dalam menentukan strategi pembelajaran
dengan peserta didik guru model agak kesulitan sebab semua peserta didik
dianggap sama/ rata. langkah awal yang
dilakukan guru model yaitu melihat lebih dalam dan sejauh mana kemampuan dari
peserta didik, mengidentifikasi karakteristik yang dimiliki setiap peserta
didik
b)
Kompetensi yang dicapai
dengan peserta didik: kurikulum 2013 mengandung tingkatan beberapa tahapan yang
telah ditetapkan dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Ada kriteria capaian
kompetensi yang harus dicapai peserta didi sehingga tidak sembarang guru
menyesuaikan kompetensi yang dicapai peserta didik. Diperlukan korelasi yang
koheren agar learnstyle, karakteristik, potensi dan minat yang dimiliki setiap peserta
didik dapat dicapai.
c)
Materi ajar dengan
peserta didik: diperlukan penyesuaian antara tingkatan materi ajar yang
dianggap sulit oleh peserta didik dengan metode yang digunakan guru. Guru model
dalam meminimalisir kesulitan saat menerangkan materi ajar yaitu memberikan
metode pembelajaran berupa observasi kelompok atau dengan bermain sambil
belajar (Jigsaw) kemudian setiap kelompok mempresentasikan yang diketahui,.mencapai
tujuan pembelajaran yang diharapkan.
4)
Penerapan RPP dalam
proses belajar di SMAN 1 Rembang yang sudah dibuat oleh guru model diawal
semester sebanyak 75% sudah diterapkan dengan baik, namun kelas 12 dalam penerapan
RPP lebih cukup cepat, sebab guru model merencanakan semua materi semester 1
dan semester 2 harus selesai di awal semester 1 ini karena mengingat bahwa
peserta didik kelas 12 hanya memiliki waktu yang singkat dalam proses kegiatan
belajar-mengajar dan sisanya digunakan Tryout-tryout dalam menghadapi ujian
nasional.
Sedangkan
untuk kelas 10 dan kelas 11 jika ada pembaharuan/ revisi RPP guru model membuat
dan merevisi lagi RPP yang sudah dibuat agar sesuai metode, alat peraga, dan
media yang nantinya akan dilaksanakan sebelum mengajar. Untuk itu, guru model
perlu merevisi RPP yang sudah dibuat agar peserta didik lebih aktif saat proses
pembelajaran.
c. Pelaksanaan
Pembelajaran
Dalam pelaksanaan
pembelajaran guru model juga perlu menyiapkan sarana dan prasaran yang
mendukung pembelajaran, media yang akan digunakan dan lattar tempat. Untuk itu
pada setiap pertemuan guru model perlu menyesuaikan materi pokok yang akan
diajarkan dengan lattar tempat yang akan digunakan dan mensinkronkan dengan
RPP.
Misalnya saat bab
koperasi guru model lebih memilih proses pemeblajaran diluar kelas karena
memang peserta didik harus praktik secara langsung di koperasi. Namun ketika
mateir yang tidak membutuhkan pembelajarn di luar kelas seperti bab permintaan
dan penawaran guru hanya mempersiapkan media dan kondisi dalam kelas saja dan
pembelajaran tidak perlu dilakukan diluar kelas.
Selain itu, guru juga
perlu menyiapkan kondisi yang kondusif agar pembelajaran berjalan lancar
seperti membuat RPP sebelum kegiatan mengajar, menggunakan metode belajar yang
bervariasi, melakukan pendekatan kepada peserta didik, meningat bahwa setiap
peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda, dan perlunya evaluasi disetiap
pertemuan.
Sehingga dapat
disimpulkan bahwa pada pelaksanaan pembelajaran guru dan peserta didik perlu
menyiapkan lattar belajar agar kondusif.
d.
Evaluasi
hasil belajar
Berdasarkan hasil
wawancara dengan guru model ekonomi di SMAN 1 Rembang bahwa pada pelaksanaan
evaluasi proses dan hasil belajar guru model menggunakan evaluasi berdasarkann
hasil ulangan dan pengamatan.
1)
metode yang digunakan
oleh guru model adalakalanya tidak berkesinambungan dengan apa yang sudah diajarkan misalnya peserta
didik kelas 12 kekurangan waktu dalam kegiatan belajar mengajar sehingga guru
model lebih memilih untuk merevisi dan membuat metode belajar sendiri yaitu
peserta didik diberikan ulangan di tiap harinya. Sedangkan untuk kelas 10 dan
kelas 11 setelah guru mengadakan ulangan
harian, maka ada evaluasi yang berupa remedial kepada peserta didik yang tidak
memenuhi KKM dan apabila tidak ada peserta didik yang remedial maka guru
melakukan evaluasi dengan membahas kembali soal pilihan ganda, uraian singkat,
dan essay yang dirasa sulit oleh peserta didik.
2)
Aspek-aspek yang
digunakan guru model untuk mengukur evaluasi belajar kognitif yaitu melalui
ulangan harian yang sudah dikerjakan oleh peserta didik kemudian masing-masing
tipe soal HOTS, LOTS, MOTS diidentifikasi peserta didik siapa saja yang sudah
mampu melampaui soal HOTS, Berapa yang bisa mengerjakan dengan benar namun
apabila banyak yang sudah mencapai soal HOTS maka guru model memberikan soal
pengayaan. Dan guru model disini akan memberikan niai tambahan kepada peserta
didik yang melampaui.
Sedangkan
untuk mengukur aspek afektifnya, guru model dalam melaukan evaluasi hasil
belajar melalui pengamatan secara langsung dengan bantuan guru mata pelajaran
agama.
3)
Selama guru model
mengampu pelajaran ekonomi hasil evaluasi proses dan hasil belajar tidak semua
mampu menentukan peningkatan ketuntasan belajar karena dalam proses belajar
adakalanya anak yang dibawah rata-rata atau berada di bawah KKM, namun kita
juga harus mampu menuntaskan dengan cara diberikan Tugas, diberikan Remedial.
Jika sudah melakukan remedi namun hasilnya masih dibawah KKM maka guru model memberikan
tugas lain lagi agar nilainya mampu diatas standar KKM.
4)
Melalui hasil penilaian
pembelajaran/ evaluasi hasil belajar dalam hal perbaikan kualitas program
pembelajaran secara umum ternyata guru model ekonomi memperoleh manfaat berupa
apabila peserta didik mampu menuntaskan jumlah lebih banyak maka guru lebih
mudah dalam melaksanakan metode pembelajaran tanpa perlu adanya pengabungan
metode pembelajaran lainnya.
e. Pengembangan peserta
didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya
Sekolah
dan Guru dalam mengembangkan potensi peserta didik diperlukan usaha
berkelanjutan untuk memperoleh output lulusan yang baik. Oleh karena itu ada
beberapa yang dilakukan seperti:
1)
Memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai
potensi akademik: di SMAN 1 Rembang, aktualisasi diri untuk mengembangkan bakat
dan minat peserta didik yaitu 2 minggu sekali sekolah mengadakan kegiatan
aktualisasi peserta didik yang dilakukan di hari jumat pukul 14:00-16:00 WIB.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh semua peserta didik dan guru/ wali kelas berguna
untuk mengaktualiasasikan peserta didik dan memberikan permainan bakat dan
minat.
2)
Selain itu, sekolah
juga memberikan reward kepada peserta didik yang pandai atau pararel dengan
diberikan hadiah, memberikan besasiswa bagi peserta didik yang berprestasi, dan
khusus untuk kelas 12 diberikan pelayanan dari sekolah untuk dicarikan seputar
informasi atau akses masuk di Perguruan Tinggi.
3)
Memfasilitasi peserta
didik untuk mengembangkan berbagai potensi non akademik: selain mengembangkan potensi
akademik, di SMA N 1 Rembang guru dan sekolah mengembangkan potensi non
akademik, terutama prestasi di bidang olahraga seperti futsal, voly dan basket
karena setiap perlombaan hampir dipastikan mendapatkan juara. Jadi dilihat dari
presentasinya ada keseimbangan dalam mengembangkan potensi peserta didik di
bidang akademik dan bidang non akademik.
Guru model atau sekolah dapat
mengertahu potensi peserta didik dari ketika memasuki SMA ada peserta yang
memiliki piagam/sertifikat, dari piagam tersebut kemudian guru tinggal
mengembangkan.Untuk peserta didik yang tidak memiliki piagam/sertifikat maka
dapat dilihat dari angket yang diberikan sekolah kepada peseta didik.
Misal peserta didik yang suka dengan
ekstrakulikuler memasak/ tata boga dapat dikembangkan menjadi anak yang kreatif
artinya menuntut siswa untuk mampu berwirausaha. Seperti ketika siswa yang
memiliki tanggan kreatif bisa menjualkan karyanya kepada teman-temanya di
sekolah, pengembangan ini sangat baik, sekolah juga tidak melatang anak
didiknya untuk berjualan tetapi perlu diingat berjualan saat waktu istirahat.
2.
Aspek
Kompetensi Profesional
Merupakan
aspek penguasaan materi pembelajaran secara luasdan mendalam, yang mencakup :
a.
Penguasaan materi
kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi
materinya.
1)
Setelah proses
pembelajaran yang dilakukan oleh guru model ekonomi di SMAN 1 Rembang diketahui
bahwa peserta didik sekitar 75% sudah mampu memahami materi dengan baik dan
sedikit demi sedikit mampu menerapkan ilmu yang sudah diajarkan dalam kehidupan
sehari-hari.
2)
Untuk peserta didik
kelas 10 dan kelas 11 pada pelajaran ekonomi dalam menguasai materi pelajaran
tergolong bagus dan bisa menguasai dengan baik. Ini terbukti ketika guru model
tidak kesulitan dalam menerangkan materi yang diajarkan baik dari kelas jurusan
ilmu pengetahuan sosial (IPS) atau peserta didik yang berasal dari lintas minat
(anak MIPA yang ingin belajar mata pelajaran anak IPS
Sedangkan
untuk peserta didik kelas 12 tendensi siswa sesuai dengan Mapel Ujian Nasional
yang mereka kehendaki. Misalnya ketika peserta didik kelas 12 memilij Ujian
Nasional mata pelajaran geografi maka si peserta didik lebih malas duluan untuk
belajar ekonomi, sehingga anak lebih memilih untuk memperdalam mata pelajaran
geografi., padahal menurut pandangan sekolah semua mata pelajaran adalah
penting dan dalam penguasaan materi harus tercapai karena materi kurikulum setiap
mata pelajaran di sekolah di Ujiankan seperti Ujian Sekolah sehingga harus
tuntas semuanya.
3)
Untuk mengimplementasikan
materi yang sudah dikuasai peserta didik agar lebih mudah diterapkan
dikehidupan sehari-hari, guru perlu menyinkronkan peserta didik supaya terdorong
dalam pengaplikasian materi yang sudah
diajarkan dengan kehidupan sehari.
4)
Guru model memiliki
cara dan langkah agar peserta didik paham materi ajar yang sudah disampaikan
dan sesuai dengan kurikulum yaitu dengan cara memberikan metode belajar yang
mendukung, memberikan alat peraga yang mendukung dan sebelum pertemuan peserta
didik disuruh belajar sesuai dengan bab yang nantinya akan dipelajari.
5)
Agar peserta didik mampu
memahami konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari yaitu pertama yang
dilakukan peserta didik yaitu harus mengetahui konsep/ peta konsep dari materi
yang akan diajarkan atau lebih tepatnya guru model meminta peserta didik untuk
meringkas materi pembelajaran yang nantinya akan dijadikan buku kecil sebagai
belajar saat ulangan harian/ tes, selain itu peserta didik juga diperintah oleh
guru untuk membuat soal dengan beberapa kriteria tingkatan taxonomy bloom.
Yang
kemudian soal tersebut dikirimkan kepada guru model ekonomi. Selain itu peserta
didik juga diajarkan bagaimana menentukan skala prioritas apa saja yang perlu
didahulukan, cara menghemat uang agar tidak boros dengan melakukan kegiatan
menabung, mengajarkan peserta didik sejak dini tentang pentingnya peran lembaga
keuangan dan lembaga bukan keuangan dalam bidang ekonomi dan dalam kehidupan
sehari-hari.
b.
Penguasaan terhadap
struktur dan metodelogi keilmuanya
Ada
beberapa standar keprofesionalan guru yaitu pengembangan
intuisi keagamaan yang berkepribadian, sikap dan kemampuan mengaktualisasikan
diri, serta sikap dan kemampuan mengembangkan profesionalisme kependidikan.
Selain standar kompetensi profesi di atas, guru juga
perlu memiliki standar mental, moral, sosial, spiritual, intelektual, fisik,
dan psikis.
Hal ini dipandang perlu karena dalam melaksanakan
tugasnya guru diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan (guide of journey) yang
bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan berdasarkan pengetahuan dan
pengalamannya.
Untuk
menyandang gelar “professional” guru perlu menyandang beberapa kriteria seperti
lulusan S1/D4, dan memiliki sertifikat professional.
Pengembangan
berkelanjutan kompetensi professional dari guru juga memerlukan beberapa
langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/
materi bidang studi yaitu melaui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) untuk
seluruh guru Indonesia di jenjang sekolah menengah dan atas. Sedangkan dari sekolah
sendiri, SMA Negeri 1 Rembang memberikan pelatihan In-House Training (IHT)
kepada semua guru- guru dan karyawan terkait RPP, serta ada pelatihan khusus
tersendiri untuk staff tata usaha di SMAN 1 Rembang.
C.
Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor
pendukung:
1.
Pihak Tata Usaha Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret yang melayani
dengan baik dan cepat dalam hal mengurus surat perizinan magang.
2.
Pihak SMAN 1 Rembang yang sangat ramah,
baik, dalam membantu dan terbuka
sehingga memudahkan dalam melakukan pengamatan (observasi) dan wawancara.
3.
Guru model juga sangat baik dan ramah serta
terbuka ketika diwawancarai sehingga membuka memberikan pengetahuan yang lebih
luas.
4.
Suasana dan tempat saat wawancara yang mendukung
Faktor penghambat:
1. Lokasi SMAN 1 Rembang yang
lumayan jauh dari rumah saya sehingga membutuhkan waktu perjalanan yang lumayan
lama.
2. Waktu pelaksanaan
observasi bertabrakan dengan jadwal kuliah, sehingga harus bisa membagi waktu
dengan baik agar tetap bisa mengikuti perkuliahan mata kuliah lain.
3. Tugas observasi dan
wawancara yang menurut saya terlalu mepet dengan liburan sekolah di SMAN 1
Rembang sehingga untuk memperoleh data terlalu kurang detail dan luas.
4. Teman-teman kelompok
yang kurang aktif dan terkadang suka egois
5. Tidak adanya kendaraan
yang digunakan untuk kesana (Pribadi)
6. Respon dari guru model
yang kurang cepat sehingga menyulitkan saya dalam mengkonfirmasi jadwal
observasi dan wawancara akhirnya merombak jadwal kegiatan yang sudah saya buat.
D.
Hasil yang Diperoleh:
Bagi Mahasiswa:
1. Memperoleh banyak
informasi, pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana menjadi seorang guru
yang professional.
2. Memahami dan mengetahui
tentang lingkungan kerja menjadi seorang guru yang akan dijalani masa depan/
kemudian hari.
3. Memahami bahwa menjadi
seorang guru tidaklah mudah dan perlu adanya kemampuan khusus dan pengetahuan
yang luas sehingga bisa mengajar dan mendidik anak.
4. Memahami arti pentingnya
sebuah pendidikan untuk generasi yang akan datang.
5. Memahami bahwa
pentingnya generasi penerus bangsa yang berpendidikan.
6. Memahami bahwa
menumbuhkan karakter siswa tidaklah mudah dan membutuhkan kerja keras dan
metode tertentu.
7. Memahami diharapkan
tentang pekerjaan guru melelui observasi
magang kependidikan 2 ini.
8. Memahami kultur dan guru
model dari sekolah yang di observasi.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Seorang guru bisa
dikatakan berkompeten dalam bidangnya dan memilii kemampuan professional
apabila memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta hasil kerjanya
yang baik. Berdasarkan hasil observasi yang telah saya lakukan bahwa di SMAN 1
Rembang, guru yang saya wawancarai dan saya observasi merupakan guru yang sudah
berkompeten dalam bidangnya, yaitu dalam bidang ekonomi. Sikap dan perilaku
beliau pantas untuk diteladani oleh murid bahkan rekan kerjanya. Pengetahuan, keterampilannya,
kompetensi professional dan kompetensi pedagogik juga tergolong
mumpuni dan baik.
Oleh karena itu, saya
sebagai calon guru dapat mengambil informasi dari kegiatan Magang II ini, bahwa
masih banyak ilmu, sikap, dan perilaku yang perlu dipelajari lagi untuk dapat
menjadi seorang guru yang professional, sehingga bisa menjadi teladan yang baik
bagi peserta didik. Seorang guru dalam menumbuhkan karakter untuk siswanya pun
tidaklah mudah, dibutuhkan kerja keras dan metode tertentu.
B.
Saran
Sebaiknya semua guru
harus bisa mengamati dan memperhatikan setiap peserta didiknya, baik dari segi
penampilan maupun kemampuannya dalam menerima dan memahami materi yang
disampaikan, karena tidak semua peserta didik mampu dengan cepat memahami
materi yang disampaikan oleh guru. Guru juga harus bisa menjadi
contoh yang baik untuk para peserta didiknya. Hal ini berarti guru harus
memiliki sikap atau perilaku yang baik dan sopan agar bisa menjadi contoh yang
baik bagi peserta didiknya. Kita sebagai calon guru mulai sekarang harus bisa
belajar menjadi guru yang baik dan berkompeten untuk masa depan karena menjadi
seorang guru bukanlah pekerjaan yang mudah.
DAFTAR
PUSTAKA
Bayu,A.2014.(Online).http://repository.ump.ac.id/4933/3/Adi%20Bayu%20Nugroho. BAB%20II.pdf.Diakses tanggal 10 Juni
2019.
Dirjen Dikti. 2013. Pengembangan Kurikulum
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Jakarta : Kemendikbud.
UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional
UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
LAMPIRAN

SUASANA PEMBELAJARAN

SUASANA WAWANCARA
|
SMAN 1 Rembang Tampak dari depan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar