Rabu, 06 November 2019

Laporan Magang 2 di SMAN 1 Rembang


LAPORAN MAGANG 2
DI SMA NEGERI 1 REMBANG
Disusun Guna Memenuhi Tugas UAS Perencanaan Pembelajaran

Dosen:
Dr. Sudarno, M.Pd

logo uns.png

Disusun oleh ;
Nur Faidah
K7617059



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2019
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami mampu menyelesaikan laporan magang 1 dengan judul LAPORAN MAGANG 2 DI SMA NEGERI 1 REMBANG  tanpa halangan suatu apapun. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas ujian akhir mata kuliah Perencanaan Pembelajaran atau Magang 2.
Penulisan Laporan Magang  2 dapat terlaksana dengan adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak , untuk itu, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1.      Bapak Sudarno, S.Pd., M.Pd selaku Dosen Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran atau magang 2
2.      Orang tua saya yang telah memotivasi dan mendukungan dalam penulisan Laporan Magang 2 ini.
3.      Ibu Madichah, S.Pd selaku Guru Model Ilmu Pengetahuan Sosial Pengampu Mata Pelajaran Ekonomi SMAN 1 Rembang  yang telah bersedia membantu  dalam menyelesaikan Laporan Magang 2 ini.
4.      Semua tenaga kependidikan SMAN 1 Rembang yang terlibat dalam proses pelaksanaan Magang 2.
5.      Serta teman-teman yang telah memberikan motivasi dan dukungan dalam penulisan Laporan Magang 2 ini.

Saya menyadari dalam pembuatan Laporan Magang 2 ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan. Untuk itu saya mengharapkan adanya saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaannya.

Surakarta, 10 Juni 2019
Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL…………………………………………………….    1
KATA PENGANTAR……………………………………………………   2
DAFTAR ISI……………………………………………………………      3
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang………………………………………………..          4         
B.     Tujuan dan Manfaat…………………………………………            5
C.     Tempat dan Waktu……………………………………………         7
BAB II PELAKSANAAN
A.    Hasil Setiap Aspek……………………………………………          8
1.    Aspek Kompetensi Pedagogik………………………..                 8
2.    Aspek Kompetensi Profesional ………………………                 16
B.     Faktor Pendukung dan Penghambat…………………………           19
C.     Hasil yang Diperoleh………………………………………….         20
BAB III PENUTUP
A.    Simpulan……………………………………………………..           21
B.     Saran…………………………………………………………           21
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………..        22
LAMPIRAN…………………………………………………………          23



BAB 1
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Keprofesionalan guru dalam menjalankan pekerjaan dibutuhkan pelatihan sehingga mampu menguasai berbagai aspek kependidikan dan ahli dalam memberikan materi kepada peserta didik. Seorang guru juga harus memiliki sikap yang mampu dicontoh/ diteladani oleh setiap peserta didiknya. Seorang calon guru pun diharapkan mampu menjadi pendidik yang berkompeten supaya generasi yang akan datang juga semakin baik. Untuk mencapai kompetensi seorang guru diperlukan pelatihan dalam hal memulai belajar menjadi seorang guru yang baik dengan cara mengamati/ observasi terlebih dahulu. Hal ini dikatakan sebagai kegiatan dalam prosese pendidikan yang biasanya sering disebut Magang..
Berdasarkan (SOP) Magang Kependidikan Terpadu, magang kependidikan 2 merupakan kegiatan akademik semester 4 mahasiswa S1 Fakultas Keguruan Standard Operating Procedure dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang pelaksanaannya terintegrasi dengan mata kuliah Perencanaan Pembelajaran berupa kegiatan observasi/wawancara ke sekolah dan guru model untuk memahami kompetensi akademik dan menetapkan kemampuan awal dalam mengembangkan perangkat pembelajaran.
Magang kependidikan merupakan kegiatan akademik yang tercantum dalam kurikulum semua program studi jenjang S1 yang ada di lingkungan FKIP UNS berupa kegiatan belajar sambil melakukan (learning by doing) dalam rangka pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Magang Kependidikan merupakan kegiatan yang memberikan pengalaman awal (earlier exposure) untuk membangun jati diri calon pendidik, memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan bidang studi, memantapkan kemampuan awal mahasiswa calon guru, mengembangkan perangkat pembelajaran dan kecakapan pedagogis dalam membangun bidang keahlian calon pendidik. Magang kependidikan merupakan kegiatan akademis dan praktis yang lebih memfokuskan pada bidang manajerial dan pembelajaran di sekolah. Magang Kependidikan juga bermanfaat untuk mahasiswa karena dengan ini mahasiswa dapat mengamati bagaimana proses pembelajaran yang baik dan juga bisa menilai kinerja dan profesionalisme guru.

B.  Tujuan dan Manfaat
1.         Tujuan
a.         Menjelaskan Aspek Kompetensi Pedagogik yang dimiliki guru ekonomi SMAN 1 Rembang
b.        Menjelaskan Aspek Kompetensi Professional yang dimiliki guru ekonomi SMAN 1 Rembang.
c.         Menjelaskan Aspek Kompetensi Sosial yang dimiliki guru ekonomi di SMAS Batik 2 Surakarta.
d.        Mendeskripsikan Faktor Pendukung dan Penghambat di SMAN 1 Rembang
e.         Mendeskripsikan Hasil yang diperoleh dari observasi di SMAN 1 Rembang
2.         Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan magang ini diantaranya:
a.         Mengetahui tentang Aspek Kompetensi Pedagogik yang dimiliki guru ekonomi di SMAN 1 Rembang.
b.        Mengetahui tentang Aspek Kompetensi Profesional yang dimiliki guru ekonomi di SMAN 1 Rembang.
c.         Mengetahui tentang Faktor Pendukung dan Mengurangi Faktor Penghambat di SMAN 1 Rembang.
d.        Mengetahui tentang Hasil yang diperoleh dari observasi di SMAN 1 Rembang.

Bagi Mahasiswa:
1.      Memperoleh banyak informasi, pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana menjadi seorang guru yang professional.
2.      Memahami dan mengetahui tentang lingkungan kerja menjadi seorang guru yang akan dijalani masa depan/ kemudian hari.
3.      Memahami bahwa menjadi seorang guru tidaklah mudah dan perlu adanya kemampuan khusus dan pengetahuan yang luas sehingga bisa mengajar dan mendidik anak.
4.      Memahami arti pentingnya sebuah pendidikan untuk generasi yang akan datang.
5.      Memahami bahwa pentingnya generasi penerus bangsa yang berpendidikan.
6.      Memahami bahwa menumbuhkan karakter siswa tidaklah mudah dan membutuhkan kerja keras dan metode tertentu.
7.      Memahami tentang pekerjaan guru melalui observasi magang kependidikan II ini.
8.      Memahami kultur dan guru model dari sekolah yang di observasi.
9.      Lebih mengerti secara kenyataan bagaimana proses prencanaan hingga proses evaluasi pembuatan RPP dari guru SMA mata pelajaran ekonomi secara langsung











3.        Tempat dan Waktu
Tempat                        :  SMAN 1 Rembang.
Waktu Pelaksanaan    :

No
Hari/Tanggal
Kegiatan
Paraf
1
Senin, 27 Mei 2019
Pengurusan izin  magang

2
Selasa, 28 Mei 2019
Konfirmasi jadwal magang kependidikan II

3
Rabu, 29 Mei 2019
Pengamatan (Observasi) magang Kependidikan II

4
Sabtu, 8 Juni 2019
Wawancara magang kependidikan II



















BAB II
PELAKSANAAN

A.
    Hasil Setiap Aspek
Berdasarkan observasi/pengamatan dan wawancara yang telah dilakukan di SMAN 1 Rembang diperoleh dua aspek, faktor pendukung dan faktor penghambat yaitu:
1.      Aspek Kompetensi Pedagogik
Aspek kompetensi pedagogik ini memiliki beberapa indikator, yaitu: pemahaman terhadap peserta didik, Perancangan pembelajaran, Pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar,dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya
Berdasarkan pengamatan (observasi) di SMAN 1 Rembang dan wawancara yang telah saya lakukan, untuk guru model mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Rembang menurut saya sudah memiliki indikator-indikator diatas, sehingga guru tersebut sudah dipastikan memiliki aspek kompetensi pedagogik. Kompetensi Pedagogik memiliki beberapa sub indikator, yaitu:
a.    Pemahaman Guru Terhadap Peserta didik.
Suatu pembelajaran dikatakan berhasil jika seorang guru mampu memahami kemampuan dan karateristik dari peserta didik sehingga dalam proses implementasi cara mengajarnya guru membawa pengaruh dalam keberhasilan siswa. Sehingga guru harus pandai dalam melihat faktor-faktor yang mempengaruhi peserta didik baik faktor internal, faktor ekstenral, faktor fisiologi dan faktor psikologi yang mampu mempengaruhi aspek dari perkembangan kognitif dan afektif dari peserta didik.
Pada observasi di SMAN 1 Rembang dan wawancara yang saya lakukan dengan guru model memperoleh hasil bahwa peserta didik dalam proses perkembangan kognitif lebih dipengarui oleh faktor dari dalam dirinya sendiri misalnya seperti adanya keinginan untuk tahu/ bergerak sendiri untuk mencapai keberhasilannya. hal ini tentunya didukung oleh faktor lainnya juga seperti guru model memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif belajar melalui metode diskusi, memerikan peserta didik waktu untuk bereksperimen secara luas, mengali informasi tentang materi pembelajaran, dan sekolah memberikan media dan alat peraga yang mendukung.
Guru dapat dengan mudah mengukur perkembangan kognitif dari anak melalui pemberian soal ulangan yang didalamnya ada beberapa ketentuan dari soal HOTS, sedang, rendah. Tidak hanya itu, guru model juga memberikan macam-macam soal, seperti pilihan ganda, uraian singkat, dan essay hal ini berguna untuk mengukur masing-masing peserta didik seberapa jauh pencapaian kemampuan dalam kompetensi pembelajaran yang sudah diajarkan oleh guru.
Guru model  (Bu ica) dalam mengetahui perkembangan afektif dari peserta didik dapat diukur dengan indicator Sikap/ perilaku dengan sesamanya misalnya Apakah peserta didik ini pandai dalam bersosialisasi, Jujur dalam berkata, mandirikah, atau bertanggung jawab. Dan untuk indicator yang Spiritual misalnya apakah peserta didik sholatnya rajin atau tidak, pernah sedekah atau tidak, mensyukuri nikmat karunia dari Tuhan YME atau tidak.
Guru model menilai perkembangan kognitif dan afektif peserta didik dari setiap kali pertemuan pembelajaran, dan juga untuk menilai perkembangan afektif, guru model meminta bantuan dari guru maata pelajaran agama yang mengampu dan menanyai peserta didik dari anak-anak lain.
Langkah persiapan guru sebagai bekal awal peserta didik sebelum pembelajaran dimulai yaitu
1)   Guru model memberikan tugas dari pertemuan yang akan datang hal ini khusunya untuk membantu mempermudah peserta didik dalam persiapan sebelum pembelajaran berlangsung
2)   Peserta didik mempersiapkan kondisi dari setting/ lokasi pembelajaran misalnya dengan membersihkan kelas sesuai dengan jadwal piket, menyiapkan alat-alat dan media yang dibutuhkan dalam pembelajaran
3)   guru mengcopy/ mengeprint out silabus yang nantinya akan diberikan kepada peserta didik hal ini untuk mengetahui bentuk-bentuk, materi, konsep yang akan dipelajari.
4)   Guru model memberikan daftar referensi buku ekonomi dan tidak mematok harus dari sumber  buku utama, yang terpenting mampu menjadi pendukung dalam pengetahuan dan termasuk bagian daftar buku di silabusnya.
b.   Perancangan Pembelajaran
Pentingnya landasan pendidikan dijadikan pondasi dan pijakan yang sangat kuat karena pendidikan disertiap negara tidaklah sama. Untuk itu diperlukan kurikulum 2013 dan revisinya guna menyelaraskan dari budaya, filosofi, hukum, dan IPTEK yang kita miliki.
Berdasarkan wawancara yang sudah saya lakukan dengan guru model ekonomi SMAN 1 Rembang dapat diperoleh bahwa :
1)   SMAN 1 Rembang, menggunakan kurikulum 2013 dan revisiannya. SMA N 1 Rembang sudah lama berdiri dan dan menjadi sekolah acuan dan favorite di kabupaten Rembang sehingga melihat kondisi sekolah, sarana prasarana, pendidik dan tenaga pendidik serta muridnya.
Dalam arti luas sudah sekitar 75% SMAN 1 Rembang sudah mampu menerapkan proses pembelajaran dan manajemen berbasis kurikulum 2013. Ini dibuktikan dengan adanya keberhasilan dalam metode pembelajarannya dan standar nasional pendidikan. Sehingga ada korelasi kesuksesan guru dalam menerapkan teori dan praktiknya.
2)   Guru model dalam setiap pertemuan pembelajaran menggunakan media pembelajaran berupa PDF, PPT, dan ada pembelajaran di luar kelas seperti adanya program belajar sambil wisata bagi kelas 10. Pada mata pelajaran ekonomi guru model meningkatkan kemampuan kontekstual peserta didik dengan memberikan praktik lapangan secara langsung agar lebih mudah memahami pembelajaran dari pada teori.
Misalnya mengajak peserta didik ke pasar pada materi bab pasar, mengajak peserta didik menghitung indeks harga saham di pasar secara langsung, meminta peserta didil observasi langsung ke Bank, OJK dan Pegadaian pada materi Bank dan LKBB atau mungkin adanya praktik transaksi di pasar dimana guru model membawa media uang dan barang, sedangkan peserta didik mempraktikan tawar menawar sebagai penjual yang ingin dagangannya laku dengan dan pembeli yang sedang mebeli kebutuhannya.
Dengan hal ini dapat dikatakan bahwa adanya 75% penerapan teori materi ajar yang sudah dijelaskan guru model dengan praktik secara langsung dalam kehidupan sehari-harinya.
3)   Namun disisi lain, tidak semua teori dan praktik yang dilakukan peserta didik berjalan sesuai. Ada kalanya beberapa peserta didik mengalami kesusahan melaksanakan metode pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran ekonomi. Sehingga pada setiap materi pokok pelajaran ekonomi guru model menggunakan metode yang berbeda-beda (diskusi, jigsaw, PBL, SPPKB dan lainnya) karena untuk membuat peserta didik  lebih aktif dan tidak mengantungkan peserta didik lainnya.
Guru model dalam menyusun perangkat pembelajaran (RPP) diperlukan adanya penyesuaian yaitu
a)    strategi pembelajaran dengan peserta didik: SMAN 1   Rembang menggunakan sistem zonasi, sehingga dalam menentukan strategi pembelajaran dengan peserta didik guru model agak kesulitan sebab semua peserta didik dianggap sama/ rata.  langkah awal yang dilakukan guru model yaitu melihat lebih dalam dan sejauh mana kemampuan dari peserta didik, mengidentifikasi karakteristik yang dimiliki setiap peserta didik
b)   Kompetensi yang dicapai dengan peserta didik: kurikulum 2013 mengandung tingkatan beberapa tahapan yang telah ditetapkan dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Ada kriteria capaian kompetensi yang harus dicapai peserta didi sehingga tidak sembarang guru menyesuaikan kompetensi yang dicapai peserta didik. Diperlukan korelasi yang koheren agar learnstyle, karakteristik, potensi dan minat yang dimiliki setiap peserta didik dapat   dicapai.
c)    Materi ajar dengan peserta didik: diperlukan penyesuaian antara tingkatan materi ajar yang dianggap sulit oleh peserta didik dengan metode yang digunakan guru. Guru model dalam meminimalisir kesulitan saat menerangkan materi ajar yaitu memberikan metode pembelajaran berupa observasi kelompok atau dengan bermain sambil belajar (Jigsaw) kemudian setiap kelompok mempresentasikan yang diketahui,.mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
4)      Penerapan RPP dalam proses belajar di SMAN 1 Rembang yang sudah dibuat oleh guru model diawal semester sebanyak 75% sudah diterapkan dengan baik, namun kelas 12 dalam penerapan RPP lebih cukup cepat, sebab guru model merencanakan semua materi semester 1 dan semester 2 harus selesai di awal semester 1 ini karena mengingat bahwa peserta didik kelas 12 hanya memiliki waktu yang singkat dalam proses kegiatan belajar-mengajar dan sisanya digunakan Tryout-tryout dalam menghadapi ujian nasional.
Sedangkan untuk kelas 10 dan kelas 11 jika ada pembaharuan/ revisi RPP guru model membuat dan merevisi lagi RPP yang sudah dibuat agar sesuai metode, alat peraga, dan media yang nantinya akan dilaksanakan sebelum mengajar. Untuk itu, guru model perlu merevisi RPP yang sudah dibuat agar peserta didik lebih aktif saat proses pembelajaran.

c.    Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam pelaksanaan pembelajaran guru model juga perlu menyiapkan sarana dan prasaran yang mendukung pembelajaran, media yang akan digunakan dan lattar tempat. Untuk itu pada setiap pertemuan guru model perlu menyesuaikan materi pokok yang akan diajarkan dengan lattar tempat yang akan digunakan dan mensinkronkan dengan RPP.
Misalnya saat bab koperasi guru model lebih memilih proses pemeblajaran diluar kelas karena memang peserta didik harus praktik secara langsung di koperasi. Namun ketika mateir yang tidak membutuhkan pembelajarn di luar kelas seperti bab permintaan dan penawaran guru hanya mempersiapkan media dan kondisi dalam kelas saja dan pembelajaran tidak perlu dilakukan diluar kelas.
Selain itu, guru juga perlu menyiapkan kondisi yang kondusif agar pembelajaran berjalan lancar seperti membuat RPP sebelum kegiatan mengajar, menggunakan metode belajar yang bervariasi, melakukan pendekatan kepada peserta didik, meningat bahwa setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda, dan perlunya evaluasi disetiap pertemuan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada pelaksanaan pembelajaran guru dan peserta didik perlu menyiapkan lattar belajar agar kondusif.

d.        Evaluasi hasil belajar
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru model ekonomi di SMAN 1 Rembang bahwa pada pelaksanaan evaluasi proses dan hasil belajar guru model menggunakan evaluasi berdasarkann hasil ulangan dan pengamatan.
1)        metode yang digunakan oleh guru model adalakalanya tidak berkesinambungan dengan  apa yang sudah diajarkan misalnya peserta didik kelas 12 kekurangan waktu dalam kegiatan belajar mengajar sehingga guru model lebih memilih untuk merevisi dan membuat metode belajar sendiri yaitu peserta didik diberikan ulangan di tiap harinya. Sedangkan untuk kelas 10 dan kelas 11 setelah guru mengadakan  ulangan harian, maka ada evaluasi yang berupa remedial kepada peserta didik yang tidak memenuhi KKM dan apabila tidak ada peserta didik yang remedial maka guru melakukan evaluasi dengan membahas kembali soal pilihan ganda, uraian singkat, dan essay yang dirasa sulit oleh peserta didik.
2)        Aspek-aspek yang digunakan guru model untuk mengukur evaluasi belajar kognitif yaitu melalui ulangan harian yang sudah dikerjakan oleh peserta didik kemudian masing-masing tipe soal HOTS, LOTS, MOTS diidentifikasi peserta didik siapa saja yang sudah mampu melampaui soal HOTS, Berapa yang bisa mengerjakan dengan benar namun apabila banyak yang sudah mencapai soal HOTS maka guru model memberikan soal pengayaan. Dan guru model disini akan memberikan niai tambahan kepada peserta didik yang melampaui.
Sedangkan untuk mengukur aspek afektifnya, guru model dalam melaukan evaluasi hasil belajar melalui pengamatan secara langsung dengan bantuan guru mata pelajaran agama.
3)      Selama guru model mengampu pelajaran ekonomi hasil evaluasi proses dan hasil belajar tidak semua mampu menentukan peningkatan ketuntasan belajar karena dalam proses belajar adakalanya anak yang dibawah rata-rata atau berada di bawah KKM, namun kita juga harus mampu menuntaskan dengan cara diberikan Tugas, diberikan Remedial. Jika sudah melakukan remedi namun hasilnya masih dibawah KKM maka guru model memberikan tugas lain lagi agar nilainya mampu diatas standar KKM.
4)      Melalui hasil penilaian pembelajaran/ evaluasi hasil belajar dalam hal perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum ternyata guru model ekonomi memperoleh manfaat berupa apabila peserta didik mampu menuntaskan jumlah lebih banyak maka guru lebih mudah dalam melaksanakan metode pembelajaran tanpa perlu adanya pengabungan metode pembelajaran lainnya.

e.    Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya
Sekolah dan Guru dalam mengembangkan potensi peserta didik diperlukan usaha berkelanjutan untuk memperoleh output lulusan yang baik. Oleh karena itu ada beberapa yang dilakukan seperti:
1)      Memfasilitasi  peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik: di SMAN 1 Rembang, aktualisasi diri untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didik yaitu 2 minggu sekali sekolah mengadakan kegiatan aktualisasi peserta didik yang dilakukan di hari jumat pukul 14:00-16:00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan oleh semua peserta didik dan guru/ wali kelas berguna untuk mengaktualiasasikan peserta didik dan memberikan permainan bakat dan minat.
2)      Selain itu, sekolah juga memberikan reward kepada peserta didik yang pandai atau pararel dengan diberikan hadiah, memberikan besasiswa bagi peserta didik yang berprestasi, dan khusus untuk kelas 12 diberikan pelayanan dari sekolah untuk dicarikan seputar informasi atau akses masuk di Perguruan Tinggi.
3)      Memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi non akademik: selain mengembangkan potensi akademik, di SMA N 1 Rembang guru dan sekolah mengembangkan potensi non akademik, terutama prestasi di bidang olahraga seperti futsal, voly dan basket karena setiap perlombaan hampir dipastikan mendapatkan juara. Jadi dilihat dari presentasinya ada keseimbangan dalam mengembangkan potensi peserta didik di bidang akademik dan bidang non akademik.
Guru model atau sekolah dapat mengertahu potensi peserta didik dari ketika memasuki SMA ada peserta yang memiliki piagam/sertifikat, dari piagam tersebut kemudian guru tinggal mengembangkan.Untuk peserta didik yang tidak memiliki piagam/sertifikat maka dapat dilihat dari angket yang diberikan sekolah kepada peseta didik.
Misal peserta didik yang suka dengan ekstrakulikuler memasak/ tata boga dapat dikembangkan menjadi anak yang kreatif artinya menuntut siswa untuk mampu berwirausaha. Seperti ketika siswa yang memiliki tanggan kreatif bisa menjualkan karyanya kepada teman-temanya di sekolah, pengembangan ini sangat baik, sekolah juga tidak melatang anak didiknya untuk berjualan tetapi perlu diingat berjualan saat waktu istirahat.

2.         Aspek Kompetensi Profesional
Merupakan aspek penguasaan materi pembelajaran secara luasdan mendalam, yang mencakup :
a.    Penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya.
1)      Setelah proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru model ekonomi di SMAN 1 Rembang diketahui bahwa peserta didik sekitar 75% sudah mampu memahami materi dengan baik dan sedikit demi sedikit mampu menerapkan ilmu yang sudah diajarkan dalam kehidupan sehari-hari.
2)      Untuk peserta didik kelas 10 dan kelas 11 pada pelajaran ekonomi dalam menguasai materi pelajaran tergolong bagus dan bisa menguasai dengan baik. Ini terbukti ketika guru model tidak kesulitan dalam menerangkan materi yang diajarkan baik dari kelas jurusan ilmu pengetahuan sosial (IPS) atau peserta didik yang berasal dari lintas minat (anak MIPA yang ingin belajar mata pelajaran anak IPS
Sedangkan untuk peserta didik kelas 12 tendensi siswa sesuai dengan Mapel Ujian Nasional yang mereka kehendaki. Misalnya ketika peserta didik kelas 12 memilij Ujian Nasional mata pelajaran geografi maka si peserta didik lebih malas duluan untuk belajar ekonomi, sehingga anak lebih memilih untuk memperdalam mata pelajaran geografi., padahal menurut pandangan sekolah semua mata pelajaran adalah penting dan dalam penguasaan materi harus tercapai karena materi kurikulum setiap mata pelajaran di sekolah di Ujiankan seperti Ujian Sekolah sehingga harus tuntas semuanya.
3)        Untuk mengimplementasikan materi yang sudah dikuasai peserta didik agar lebih mudah diterapkan dikehidupan sehari-hari, guru perlu menyinkronkan peserta didik supaya terdorong dalam pengaplikasian  materi yang sudah diajarkan dengan kehidupan sehari.
4)        Guru model memiliki cara dan langkah agar peserta didik paham materi ajar yang sudah disampaikan dan sesuai dengan kurikulum yaitu dengan cara memberikan metode belajar yang mendukung, memberikan alat peraga yang mendukung dan sebelum pertemuan peserta didik disuruh belajar sesuai dengan bab yang nantinya akan dipelajari.
5)        Agar peserta didik mampu memahami konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari yaitu pertama yang dilakukan peserta didik yaitu harus mengetahui konsep/ peta konsep dari materi yang akan diajarkan atau lebih tepatnya guru model meminta peserta didik untuk meringkas materi pembelajaran yang nantinya akan dijadikan buku kecil sebagai belajar saat ulangan harian/ tes, selain itu peserta didik juga diperintah oleh guru untuk membuat soal dengan beberapa kriteria tingkatan taxonomy bloom.
Yang kemudian soal tersebut dikirimkan kepada guru model ekonomi. Selain itu peserta didik juga diajarkan bagaimana menentukan skala prioritas apa saja yang perlu didahulukan, cara menghemat uang agar tidak boros dengan melakukan kegiatan menabung, mengajarkan peserta didik sejak dini tentang pentingnya peran lembaga keuangan dan lembaga bukan keuangan dalam bidang ekonomi dan dalam kehidupan sehari-hari.
b.        Penguasaan terhadap struktur dan metodelogi keilmuanya
Ada beberapa standar keprofesionalan guru yaitu pengembangan intuisi keagamaan yang berkepribadian, sikap dan kemampuan mengaktualisasikan diri, serta sikap dan kemampuan mengembangkan profesionalisme kependidikan. Selain standar kompetensi profesi di atas, guru juga perlu memiliki standar mental, moral, sosial, spiritual, intelektual, fisik, dan psikis.
Hal ini dipandang perlu karena dalam melaksanakan tugasnya guru diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan (guide of journey) yang bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya.
Untuk menyandang gelar “professional” guru perlu menyandang beberapa kriteria seperti lulusan S1/D4, dan memiliki sertifikat professional.
Pengembangan berkelanjutan kompetensi professional dari guru juga memerlukan beberapa langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/ materi bidang studi yaitu melaui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) untuk seluruh guru Indonesia di jenjang sekolah menengah dan atas. Sedangkan dari sekolah sendiri, SMA Negeri 1 Rembang memberikan pelatihan In-House Training (IHT) kepada semua guru- guru dan karyawan terkait RPP, serta ada pelatihan khusus tersendiri untuk staff tata usaha di SMAN 1 Rembang.





C.      Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor pendukung:
1.      Pihak Tata Usaha Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret yang melayani dengan baik dan cepat dalam hal mengurus surat perizinan magang.
2.      Pihak SMAN 1 Rembang yang sangat ramah, baik,  dalam membantu dan terbuka sehingga memudahkan dalam melakukan pengamatan (observasi) dan wawancara.
3.      Guru model juga sangat baik dan ramah serta terbuka ketika diwawancarai sehingga membuka memberikan pengetahuan yang lebih luas.
4.      Suasana dan tempat saat wawancara yang mendukung

Faktor penghambat:
1.    Lokasi SMAN 1 Rembang yang lumayan jauh dari rumah saya sehingga membutuhkan waktu perjalanan yang lumayan lama.
2.    Waktu pelaksanaan observasi bertabrakan dengan jadwal kuliah, sehingga harus bisa membagi waktu dengan baik agar tetap bisa mengikuti perkuliahan mata kuliah lain.
3.    Tugas observasi dan wawancara yang menurut saya terlalu mepet dengan liburan sekolah di SMAN 1 Rembang sehingga untuk memperoleh data terlalu kurang detail dan luas.
4.    Teman-teman kelompok yang kurang aktif dan terkadang suka egois
5.    Tidak adanya kendaraan yang digunakan untuk kesana (Pribadi)
6.    Respon dari guru model yang kurang cepat sehingga menyulitkan saya dalam mengkonfirmasi jadwal observasi dan wawancara akhirnya merombak jadwal kegiatan yang sudah saya buat.





D.       Hasil yang Diperoleh:
Bagi Mahasiswa:
1.    Memperoleh banyak informasi, pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana menjadi seorang guru yang professional.
2.    Memahami dan mengetahui tentang lingkungan kerja menjadi seorang guru yang akan dijalani masa depan/ kemudian hari.
3.    Memahami bahwa menjadi seorang guru tidaklah mudah dan perlu adanya kemampuan khusus dan pengetahuan yang luas sehingga bisa mengajar dan mendidik anak.
4.    Memahami arti pentingnya sebuah pendidikan untuk generasi yang akan datang.
5.    Memahami bahwa pentingnya generasi penerus bangsa yang berpendidikan.
6.    Memahami bahwa menumbuhkan karakter siswa tidaklah mudah dan membutuhkan kerja keras dan metode tertentu.
7.    Memahami diharapkan tentang  pekerjaan guru melelui observasi magang kependidikan 2 ini.
8.    Memahami kultur dan guru model dari sekolah yang di observasi.














BAB III
PENUTUP

A.  Simpulan
Seorang guru bisa dikatakan berkompeten dalam bidangnya dan memilii kemampuan professional apabila memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta hasil kerjanya yang baik. Berdasarkan hasil observasi yang telah saya lakukan bahwa di SMAN 1 Rembang, guru yang saya wawancarai dan saya observasi merupakan guru yang sudah berkompeten dalam bidangnya, yaitu dalam bidang ekonomi. Sikap dan perilaku beliau pantas untuk diteladani oleh murid bahkan rekan kerjanya. Pengetahuan, keterampilannya, kompetensi professional dan kompetensi pedagogik  juga tergolong mumpuni dan baik.
Oleh karena itu, saya sebagai calon guru dapat mengambil informasi dari kegiatan Magang II ini, bahwa masih banyak ilmu, sikap, dan perilaku yang perlu dipelajari lagi untuk dapat menjadi seorang guru yang professional, sehingga bisa menjadi teladan yang baik bagi peserta didik. Seorang guru dalam menumbuhkan karakter untuk siswanya pun tidaklah mudah, dibutuhkan kerja keras dan metode tertentu.

B.       Saran
Sebaiknya semua guru harus bisa mengamati dan memperhatikan setiap peserta didiknya, baik dari segi penampilan maupun kemampuannya dalam menerima dan memahami materi yang disampaikan, karena tidak semua peserta didik mampu dengan cepat memahami materi yang disampaikan oleh guru.  Guru juga harus bisa menjadi contoh yang baik untuk para peserta didiknya. Hal ini berarti guru harus memiliki sikap atau perilaku yang baik dan sopan agar bisa menjadi contoh yang baik bagi peserta didiknya. Kita sebagai calon guru mulai sekarang harus bisa belajar menjadi guru yang baik dan berkompeten untuk masa depan karena menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang mudah.

DAFTAR PUSTAKA

Bayu,A.2014.(Online).http://repository.ump.ac.id/4933/3/Adi%20Bayu%20Nugroho.   BAB%20II.pdf.Diakses tanggal 10 Juni 2019.
Dirjen Dikti. 2013. Pengembangan Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Jakarta : Kemendikbud.
UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.



























LAMPIRAN










WhatsApp Image 2018-05-01 at 22.25.28 (3).jpeg
            SUASANA PEMBELAJARAN

            SUASANA WAWANCARA







 
 












SMAN 1 Rembang Tampak dari depan













Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MASA DEPAN EKONOMI ISLAM

MASA DEPAN EKONOMI ISLAM Masalah ekonomi zaman sekarang dan ketidakmampuan ekonomi neoklasik untuk menganalisisnya dan menyaranka...